Surat Penyesalan Untuk Kedua Orang Tuaku
Ayah…ibu sehatkah
kalian disana?
Doakan aku yang disini
sedang berjuang untuk mencari bekal masa depan..
Ayah …Ibu maafkan
aku…maafkan anakmu yang tak tahu diri ini…dulu ketika aku kecil kalian selalu
sabar menjawab setiap pertanyaan konyol ku,selalu sabar jika aku mengucapkan
pertanyaan yang sama berulang kali, mungkin karna aku masih polos dan tidak
tahu apa-apa…kini saat aku mulai bisa mengetahui apa-apa, bisa mencari
informasi sendiri..bisa mencari pengetahuan sendiri aku terlalu berbangga hati
sampai-sampai saat kalian bertanya tentang sesuatu dan kerap kali aku
menjawabnya dengan ketus, lalu kalian mengucapkan pertanyaan yang sama berulang
kali aku malah marah, sampai menganggap kalian bodoh..harusnya aku tidak
begitu….harusnya aku bisa peka, mungkin jawaban yang aku berikan tidak jelas
sehingga kalian bertanya lagi kepadaku..
maafkan aku….
Ibu maafkan aku…maafkan
anakmu ini yang tidak bisa menjaga perasaan mu…kau pernah kesal saat masakanmu
utuh dan aku tidak memakannya sama sekali, padahal kau sudah repot-repot memasaknya…saat itu kau jengkel dan berkata
“percuma sudah cape memasak tapi masakannya terbuang !”. harusnya aku memelukmu
sambil meminta maaf.
Ayah…maafkan
aku…maafkan anakmu ini yang selalu merepotkan mu…semasa sekolah engkau selalu
mengantarkan aku sampai depan pintu gerbang…saat aku pulang telat kau menjemputku
walaupun saat itu sedang hujan lebat dan banyak petir…kau terlalu
menghawatirkan anakmu sampai-sampai kau rela kehujanan demi menjemput aku untuk
pulang kembali kerumah.
Ibu…saat magrib datang
dan aku belum pulang…kau menyuruh aku pulang dan mengingatkan aku sholat, aku
bilang tidak mau dan aku bisa sholat di tempat temanku, tapi kau tidak percaya
dan menyuruh aku pulang walaupun saat itu aku hanya bermain dirumah
tetangga…mungkin kau ingin aku selalu melakukan kewajiban aku dan tidak
mengabaikannnya dan kau akan merasa lega jika kau sudah melihat sendiri aku
melakukannya.
Ayah ibu maafkan
aku…saat aku baru masuk kuliah aku kurang bisa mengatur keuangan…saat uang saku
ku habis aku langsung meminta kepada kalian untuk segera mengirimkannya…aku
tidak memikirkan bagaimana kondisi keuangan kalian…yang aku pikirkan hanya agar
kartu atm ku segera terisi….
Ibu maafkan aku…aku
selalu merengek untuk dibelikan barang-barang yang aku ingin…kau bilang agar
aku sabar dulu…tapi aku takan berhenti merengek sampai kau membelikannya…aku
tidak memikirkan betapa susahnya kau mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga…kini saat aku merantau mencari ilmu aku baru mengerti betapa rumitnya
mengatur keuangan.
Ayah…ibu…aku pernah
mengecewakan kalian saat IP ku sangat jelek…aku tidak serius dalam belajar
padahal kalian sudah banting tulang untuk bisa membiayai pendidikanku…maafkan
aku…maafkan anakmu ini..
Ayah…ibu…dalam doaku
selalu ku sebut namamu…aku ingin kalian diberi umur yang panjang dan kesehatan
selalu, agar aku sempat membuat kalian tersenyum atas kesuksesanku nanti…
Dari anakmu yang tidak
tahu diri ini….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar