my blog

Senin, 06 April 2015

Surat Penyesalan Untuk Kedua Orang Tuaku

Ayah…ibu sehatkah kalian disana?
Doakan aku yang disini sedang berjuang untuk mencari bekal masa depan..
Ayah …Ibu maafkan aku…maafkan anakmu yang tak tahu diri ini…dulu ketika aku kecil kalian selalu sabar menjawab setiap pertanyaan konyol ku,selalu sabar jika aku mengucapkan pertanyaan yang sama berulang kali, mungkin karna aku masih polos dan tidak tahu apa-apa…kini saat aku mulai bisa mengetahui apa-apa, bisa mencari informasi sendiri..bisa mencari pengetahuan sendiri aku terlalu berbangga hati sampai-sampai saat kalian bertanya tentang sesuatu dan kerap kali aku menjawabnya dengan ketus, lalu kalian mengucapkan pertanyaan yang sama berulang kali aku malah marah, sampai menganggap kalian bodoh..harusnya aku tidak begitu….harusnya aku bisa peka, mungkin jawaban yang aku berikan tidak jelas sehingga kalian bertanya lagi kepadaku..
maafkan aku….
Ibu maafkan aku…maafkan anakmu ini yang tidak bisa menjaga perasaan mu…kau pernah kesal saat masakanmu utuh dan aku tidak memakannya sama sekali, padahal kau sudah repot-repot  memasaknya…saat itu kau jengkel dan berkata “percuma sudah cape memasak tapi masakannya terbuang !”. harusnya aku memelukmu sambil meminta maaf.
Ayah…maafkan aku…maafkan anakmu ini yang selalu merepotkan mu…semasa sekolah engkau selalu mengantarkan aku sampai depan pintu gerbang…saat aku pulang telat kau menjemputku walaupun saat itu sedang hujan lebat dan banyak petir…kau terlalu menghawatirkan anakmu sampai-sampai kau rela kehujanan demi menjemput aku untuk pulang kembali kerumah.
Ibu…saat magrib datang dan aku belum pulang…kau menyuruh aku pulang dan mengingatkan aku sholat, aku bilang tidak mau dan aku bisa sholat di tempat temanku, tapi kau tidak percaya dan menyuruh aku pulang walaupun saat itu aku hanya bermain dirumah tetangga…mungkin kau ingin aku selalu melakukan kewajiban aku dan tidak mengabaikannnya dan kau akan merasa lega jika kau sudah melihat sendiri aku melakukannya.
Ayah ibu maafkan aku…saat aku baru masuk kuliah aku kurang bisa mengatur keuangan…saat uang saku ku habis aku langsung meminta kepada kalian untuk segera mengirimkannya…aku tidak memikirkan bagaimana kondisi keuangan kalian…yang aku pikirkan hanya agar kartu atm ku segera terisi….
Ibu maafkan aku…aku selalu merengek untuk dibelikan barang-barang yang aku ingin…kau bilang agar aku sabar dulu…tapi aku takan berhenti merengek sampai kau membelikannya…aku tidak memikirkan betapa susahnya kau mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga…kini saat aku merantau mencari ilmu aku baru mengerti betapa rumitnya mengatur keuangan.
Ayah…ibu…aku pernah mengecewakan kalian saat IP ku sangat jelek…aku tidak serius dalam belajar padahal kalian sudah banting tulang untuk bisa membiayai pendidikanku…maafkan aku…maafkan anakmu ini..
Ayah…ibu…dalam doaku selalu ku sebut namamu…aku ingin kalian diberi umur yang panjang dan kesehatan selalu, agar aku sempat membuat kalian tersenyum atas kesuksesanku nanti…

Dari anakmu yang tidak tahu diri ini….