my blog

Jumat, 09 Januari 2015

analisis unsur intrinsik novel "Cinta." (baca: cinta dengan titik) karya Bernard Batubara

ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL
“Cinta. (baca: cinta dengan titik)
Karya : Bernard Batubara









Disusun oleh :

Intan Triyani Dewi           F1G013005

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
2015



PENDAHULUAN

Novel karya Bernard Batubara yang berjudul “Cinta.” (baca: Cinta dengan titik) ini ditulis oleh pengarang selama kurang lebih 10 bulan. Novel ini terinspirasi dari cerita teman perempuan pengarang yang pernah mencurahkan isi hati tentang kehidupan cinta nya. Awalnya novel yang ia tulis diberi judul “Love Is Right” namun setelah mengalami beberapa revisi diganti dengan judul “Cinta.” . Novel garapannya ini pernah membuatnya syok karena mendapat revisi banyak sekali dari editor, kurang lebih ada 200 poin catatan revisi yang terdapat pada draft pertamanya.
Awalnya Bernard memperkirakan bahwa novel garapannya ini akan bisa terbit pada bulan April 2013 namun perkiraan nya salah karena novelnya mendapat banyak catatan revisi sehingga baru bisa di terbitkan pada Agustus 2013.
Novel ini bercerita tentang perselingkuhan dari mata si selingkuhan. Pengarang bertujuan untuk merubah stereotype orang-orang yang menganggap seorang selingkuhan adalah satu-satunya orang yang harus disalahkan. Pengarang ingin  membuka mata mereka lebar-lebar bahwa sebuah masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Dan untuk mengajak mereka agar tidak buru-buru menghakimi seseorang.
Novel ini sendiri merupakan dua tantangan yang ingin pengarang tujukan untuk diri saya sendiri. Pertama, tantangan untuk menulis naskah novel yang lebih tebal dari yang sebelumnya. Kedua, tantangan untuk menulis dari sudut pandang perempuan (tokoh utama di dalam Cinta.adalah seorang perempuan), yang belum pernah pengarang lakukan.
Dari uraian diatas unsur intrinsik apa saja yang terdapat dalam novel tersebut?




PEMBAHASAN

1.                  Tema

Tema adalah sesuatu yang menjadi pikiran atau sesuatu yang menjadi pokok persoalan yang diungkap dalam sebuah karya sastra, yang di dalamnya terbayang pandangan hidup atau cita pengarang.
Tema dalam novel “Cinta.” (baca: cinta dengan titik) ini adalah perselingkuhan dalam kehidupan percintaan dimana pengarang mengambil sudut pandang perselingkuhan dari orang yang menjadi selingkuhan.

2.                  Amanat
Amanat adalah pemecahan masalah atau pesan moral yang ingin disampaikan pengarang untuk pembaca karyanya tersebut.
Amanat yang terdapat dalam novel “Cinta.” ini adalah cinta yang baik adalah ketika kita tidak merebut kebahagiaan orang lain dan mencari kebahagiaan kita sendiri, sebuah masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang, dan tidak buru-buru menghakimi seseorang menjadi orang yang harus dipersalahkan.
3.                  Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara memandang penulis dalam menempatkan dirinya pada posisi tertentu dalam cerita novel tersebut. dalam sebuah novel, sudut pandang terbagi menjadi dua, yaitu Sudut pandang orang pertama dan Sudut pandang orang ketiga.
Sudut pandang yang terdapat dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dapat dibuktikan dengan kutipan di bawah ini.
“Nessa mengeluarkan sebuah bloknot dari dalam tas ransel nya dan sebuah pulpen dari dalam kantong kecil di tasnya. Ia membuka bloknot tersebut, tampak berpikir sejenak, kemudian menulis beberapa kalimat.”


4.                  Plot (alur cerita)
Plot/ alur adalah rangkaian peristiwa yang disajikan dengan urutan tertentu, dan urutan tersebut membangun tulang punggung cerita (Sudjiman, 1991).
Plot/ alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju mundur. Karena pada prolog pengarang menuliskan langsung kebagian tengah cerita, bukan secara berurutan awal perkenalan tokoh, konflik-konflik lalu penyelesaian nya yang menjadi akhir dari konflik tersebut. Pengarang membuat flashback di dalam bagian novelnya.

5.                  Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita (Aminuddin, 1995:79). Sementara itu Zulfahnur (1996:29) mengatakan bahwa tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau lakuan dalam cerita.
Sedangkan penokohan adalah tampilan seorang tokoh dengan rekaan pengarang semata dapat berupa tabiat, atau sifat kepribadian (Sudjiman, 1988:16).
Ø  Nessa Eswari Moe (Nessa)
1.      Cuek
Sebelah sudut bibir pria itu terangkat melihat penampilan Nessa yang tampak cuek.
2.      Curigaan
Nessa memasang wajah curiga.
3.      Menyukai Senja
4.      Pelupa
Nessa tidak mengabari Demas. Lupa. Penyakit lama Nessa.
5.      Tidak mudah di taklukan
Tidak ada yang mudah untuk membuat Nessa jatuh hati selain penulis yang cerdas.
6.      Menyukai puisi
Di puisi, ia menjatuhkan hatinhya kepada seorang lelaki bernama Pablo Neruda.


7.      Suka menulis
Nessa mengeluarkan sebuah bloknot dari dalam tas ransel nya dan sebuah pulpen dari dalam kantong kecil di tasnya. Ia membuka bloknot tersebut, tampak berpikir sejenak, kemudian menulis beberapa kalimat.
8.      Humoris
“Kamu terlalu serius, ah. Aku Cuma bercanda,”
9.      Perhatian
“Ayah sendirian di rumah, aku harus langsung pulang.”
10.  Cepat menyerah
“Aku ingin kita berhenti di sini, berhenti seperti ini.”
Ø  Ademas Kusuma Waluyo (Demas)
1.      Penyayang
“Aku akan jemput. Oke, hati-hati, Bu. Aku saying ibu.”
2.      Baik hati
“kalau kamu mau kesana, cari saja aku. Aku akan membantumu,”
3.      Ramah
“Hallo, Nessa, silakan masuk.”
4.      Tepat janji
“Maaf, ada rapat redaksi. Tapi, aku tepati janjiku kan. Pukul empat sore.”
Ø  Ayah
1.      Serius
Nessa sama sekali tidak mengira bahwa pernyataan Ayah untuk menjodohkan dirinya betul-betul di laksanakan dengan serius.
2.      Humoris
Ayahnya tidak pernah gagal untuk membuat ia tertawa.
3.      Peduli/perhatian
“Ayah kok khawatir tiap malam minggu nggak pernah ada yang ngapelin kamu ke rumah.”

Ø  Endru Garnusa Rivai
1.      Suka Kebebasan
2.      Playboy
“Bagaimana hubungannya nanti dengan Astrid si model foto itu, atau Sofi si sekretaris bosnya di kantor itu, atau Elna Staf Marcomm Klien yang sedang dekat dengannya itu.”
3.      Bisa di andalkan
Endru termasuk salah satu orang yang diandalkan di kantornya.
4.      Penyayang
Namun, ia tidak bisa menyanggah permintaan ibunya. Untuk satu dan lain hal. Selain karena ia memang menyayangi ibunya, juga karena ibunyalah satu-satunya yang ia miliki saat ini.
5.      Tidak menyukai perjodohan
Endru merasa ia sedang berada di puncak kejayaannya dan menurutnya rencana perjodohan ini hanya akan mengganggu konsentrasinya bekerja.
6.      Emosional
“Jadi, kamu dari mana saja?“ Endru mengulang pertanyaanya. Kali ini dengan nada yang lebih di tekan.
Ø  Bian
1.      Suka Mengeluh
“Aku tidak tahan disini, panasnya ampun,deh.”
2.      Suka Menebak-nebak
“Pasti begitu sampai di yogya, dia bertanya soal pacarmu.”
3.      Humoris
“Sayang sekali, Endru barang bagus. Kalau saja aku belum punya suami, sudah aku sambar deh.”
4.      Perhatian
“Hah? Kamu mau naik apa pulang puku segini? Lagian, kamu juga baru sampai.”
5.      Emosional
“Apa-apaan ini?!” Bian menghempaskan sebuah amplop cokelat ke atas meja Nessa.

Ø  Ivon
1.      Emosional
“Semua gara-gara Nessa? Semua gara-gara---“Ivon mengambil tumpukan foto di meja, mengacungkannya ke wajah Demas, “---- perempuan ini?”
2.      Pendendam
“Aku ingin terus terang, setelah melihat foto-foto kamu dengan perempuan itu, aku tidak bisa berpikir sehat sehat dan melarikan diri ke orang lain.”

6.                  Latar
Latar atau setting adalah tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita, dan lingkungan sosial.
 Setting atau latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar dapat dibedakan ke dalam dua unsur pokok:
1. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan           dalam sebuah novel.
2. Latar waktu, berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah novel.
a. Berikut ini adalah latar tempat yang terdapat dalam novel “Cinta.”.
Ø  Pontianak
Pontianak tidak sepanas biasanya (hal.5)
Ø  Taksi
nessa berada di dalam sebuah taksi yang sopirnya lebih mirip kontestan idol gagal ketimbang seorang sopir. (hal.5)
Ø  Bandara Supadio
“perasaan, Bandara Supadio tidak terlalu jauh, kenapa rasanya lama sekali, sih.” (hal.6)
Ø  Lampu merah
taksi berhenti di depan lampu merah. (hal.7)
Ø  Bingke Al-Fajar
“disebelahnya, terpancang plang bertuliskan “Bingke Al-Fajar”. (hal.8)
Ø  Di dalam Pesawat
Nessa menghempaskan tubuhnya di kursi 12 A. (hal.12)
Ø  Di Dalam Mobil
Ayah Nessa menyetir mobil dengan khidmat, menjemput Nessa dari Bandara.(hal.23)
Ø  Kamar Nessa
Nessa mondar-mandir di kamarnya.(hal.25)
Ø  Artemy,Italian Gelato & Ice Cream
Nessa duduk di bagian luar Artemy,Italian Gelato & Ice Cream, sebuah kafe kecil yang menyajikan-sesuai namanya gelato dan es krim, juga beragam varianolahan es krim lainnya. (hal.55)
Ø  Kedai donat
Nessa melihat Demas di sebuah kedai donat, ketika ia sedang menyelesaikan paragraph terakhir dari artikel yang ia kerjakan untuk sebuah website info perjalanan.(hal.68)
Ø  Kereta
“Apa Prameks selalu penuh sesak seperti ini?” (hal.76)
Ø  Stasiun Solo Balapan
Orang-orang berjubel turun dari Prameks yang tiba di Stasiun Solo Balapan, pukul Sembilan malam. (hal.80)
Ø  Ngarsopuro
“Ini namanya Ngarsopuro, Taman kota di solo.” (hal.84)
Ø  Plaza Ambarrukmo
Ia sedang makan siang di sebuah restoran di dalam Plaza Ambarrukmo,bersama Vina. (hal.204)
Ø  Stasiun Tugu Yogyakarta
Pukul tujuh kurang sepuluh, Nessa sudah berada di Stasiun Tugu. (Hal.197)
Ø  Stasiun Gubeng Surabaya
Nessa melangkahkan kakinya turun dari gerbong Sancaka Pagi dengan kepala terasa berat. (hal.210)
Ø  Kafe koboi Lido
Alih-alih pergi ke acara yang Demas bilang akan mereka liput, Demas malah membawa Nessa ke sebuah kafe koboi bernama Lido. (hal.211)
Ø  Teras rumah
Pria itu belum beranjak dari kursinya. Nessa masih berdiri, tiga meter di depannya. Terpaku melihat Endru ada di teras rumahnya pukul tiga dinihari. (hal.216)
Ø  Bioskop
Kursi bioskop cukup banyak dipenuhi penonton. (hal.228)
Ø  Kafe-roti
Sudah hamper empat jam ia berada di kafe-roti di Jalan A.M Sangaji itu dan otaknya masih belum bisa di ajak bekerja. (hal.255)

b.                  Berikut ini merupakan latar waktu yang terdapat dalam novel “Cinta.”.
Ø  Senja
Senja merambat di pinggir kacamata Nessa, sedikit menyilaukan pandangannya yang sejak tadi berusaha menghindar dari tatapan lelaki di depannya. (hal.1)
Ø  Dinihari
Terpaku melihat Endru ada di teras rumahnya pukul tiga dinihari. (hal.216)
Ø  Malam hari
Orang-orang berjubel turun dari Prameks yang tiba di Stasiun Solo Balapan, pukul Sembilan malam. (hal.80)
Ø  Sore hari
“Maaf, ada rapat redaksi. Tapi, aku tepati janjiku kan. Pukul empat sore.” (hal.58)
Ø  Siang hari
Ia sedang makan siang di sebuah restoran di dalam Plaza Ambarrukmo,bersama Vina. (hal.204)

7.                  Bahasa dan Gaya Bahasa
Bahasa merupakan sarana atau alat yang diolah untuk menjadi sebuah karya yang bernilai lebih dari bahan itu sendiri. Bahasa dalam sastra mengemban fungsi utamanya: fungsi komunikatif (Nurgiyantoro, 1993:1).
Gaya bahasa adalah cara pengarang mengungkapkan ceritanya melalui bahasa yang digunakan. Setiap pengarang memiliki gaya masing-masing.
Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah Bahasa Indonesia namun ada beberapa kutipan yang menggunakan Bahasa Inggris.
Pengarang menggunakan gaya Bahasa:
·         Metafora 
 “Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah kosmos menjadi chaos, untuk apa ia ada? (hal 163)
·         Personifikasi
Luka-luka yang berambisi menjadi raja. Raja di dalam hati yang rusak. Hati yang rusak karena si pemilik hati terlalu naif dan berharap.(156)



















SINOPSIS NOVEL

         Sinopsis novel adalah ringkasan cerita novel. Ringkasan novel adalah bentuk pemendekan dari sebuah novel dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan (novel) yang panjang dalam bentuk yang singkat. Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya. Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.

Sinopsis Cinta. (baca: cinta dengan titik) sebagai berikut.

"Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja.  Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara."

       Ini adalah kisah tentang Nessa seorang gadis berkacamata yang hobi menulis. Ia adalah anak tunggal, ibunya pergi meninggalkan ia dan ayahnya karena mencintai pria lain dalam arti ibunya selingkuh dengan pria lain. Nessa menjadi sangat membenci ibunya karena beliau tega meninggalkan ia dan ayahnya. Mungkin ibunya kesepian karena ayah Nessa yang sibuk dengan pekerjaannya dan hanya punya sedikit waktu luang sedangkan ibunya hanyalah ibu rumah tangga yang ditinggal anak dan suaminya yang memiliki kesibukan masing-masing.
   Kisah ini berawal dari Nessa yang saat itu  menghadiri pernikahan sahabatnya yang bernama Bian di kota Pontianak. Setelah menyaksikan pernikahan sahabatnya itu Nessa memutuskan untuk langsung pulang ke Yogyakarta tempat dimana ia dan ayahnya tinggal. Di dalam pesawat ia bertemu dengan seorang pria yang awalnya membuat Nessa enggan untuk menanggapi karamahannya. Laki-laki itu bernama Ademas Kusuma Waluyo atau yang biasa di panggil Demas. Mereka pun berkenalah. Demas mulai tertarik kepada  Nessa saat ia melihat Nessa yang sedang asik membaca buku puisi karya orang yang cukup terkenal. Demas berfikir ternyata masih ada gadis yang menyukai puisi serta ia menyimpulkan bahwa Nessa itu cuek dan berbeda dengan perempuan yang lain.
Sesampainya di Yogya ia dijemput oleh ayahnya di bandara  dan didalam mobil mereka bersenda gurau dan ayahnya sempat bertanya soal pacar Nessa, dan ayahnya juga menyetuk perihal perjodohan. Awalnya Nessa piker ayahnya hanya sedang bercanda namun ternyata ayahnya itu serius ingin menjodohkan Nessa dengan Endru yang merupakan anak dari teman wanita ayahnya.
Suatu saat Nessa sedang mengerjakan pekerjaan copy untuk klien nya di sebuah kafe, disana ia bertemu dengan Demas lalu berbincang sedikit. Sejak saat itu Demas dan Nessa menjadi sering bertemu, hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Namun ternyata Demas sudah mempunyai seorang tunangan yang bernama Ivon. Dia adalah pramugari di salah satu maskapai penerbangan. Perasaan Demas pada Ivon mulai luntur semenjak Ivon di terima sebagai pramugari, waktu untuk bertemu menjadi sangat sulit karena jadwal bekerja Ivon.

Perasaan Nessa dan Demas makin kuat sehingga mereka memutuskan untuk menjalin hubungan. Demas berjanji pada Nessa suatu saat ia akan menjelaskan pada Ivon tentang perasaannya dan tentang Nessa jika waktunya tepat. Dia harus meyakinkan keluarganya dulu dan menjaga perasaan keluarga Ivon agar tidak sakit hati dengan keputusannya.
Hingga suatu saat Nessa berkata :
“ Aku ingin kita berhenti disini,berhenti seperti ini.
Maaf aku tidak bisa lagi begini. Kamu tidak perlu menyelesaikan semua. Karena saat ini, semua sudah selesai.”
Apakah Demas menerima keputusan Nessa itu? Apakah Demas benar akan memutuskan pertunangan nya dengan Ivon demi Nessa? Bagaimana dengan Ivon? Apa yang terjadi dengan hubungan Demas dengan Nessa? Lalu baiamana dengan Endru, orang yang dijodohkan dengan Nessa?






KESIMPULAN
Novel Cinta. (baca: cinta dengan titik) ini bercerita tentang perselingkuhan dari mata si selingkuhan. Pengarang bertujuan untuk merubah stereotype orang-orang yang menganggap seorang selingkuhan adalah satu-satunya orang yang harus disalahkan. Pengarang ingin  membuka mata mereka lebar-lebar bahwa sebuah masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Dan untuk mengajak mereka agar tidak buru-buru menghakimi seseorang. cinta yang baik adalah ketika kita tidak merebut kebahagiaan orang lain dan mencari kebahagiaan kita sendiri
Novel ini sendiri merupakan dua tantangan yang ingin pengarang tujukan untuk diri saya sendiri. Pertama, tantangan untuk menulis naskah novel yang lebih tebal dari yang sebelumnya. Kedua, tantangan untuk menulis dari sudut pandang perempuan (tokoh utama di dalam Cinta. adalah seorang perempuan), yang belum pernah pengarang lakukan.










DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/ diakses 2 januari 2015
di akses 2 januari 2015
diakse 2 januari 2015
Hadidarsono, Kusneni. Buku Ajar : PENGKAJIAN CERITA REKAAN. PROGRAM SARJANA BAHASA DAN SASTRA UNSOED.
Batubara, Bernard. 2013. Cinta.( baca cinta dengan titik). Bukune: Jakarta Selatan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar